Senin, 24 November 2014

AKT MENENGAH 1 B


Metode Pencatatan Persediaan & Masalah Dasar Penilaian Persediaan

A.  Metode Pencatatan Persediaan

Metode ini dibagi menjadi dua, yaitu:
 
a. Metode fisik atau periodic (Physical Inventory Method)

       Metode fisik adalah sebuah  pencatatan yang memiliki hubungan dengan persediaan barang dagangan yang tidak dilakukan secara berkelanjutan , sehingga persediaan barang dagangan akhir dihitung secara fisik yang ada di gudang.
 
b. Metode perpetual atau terus menerus (Perpetual Inventory Method)
      
         Metode perpetual adalah pencatatan yang berkaitan dengan persediaan barang dagangan yang dilakukan secara berlanjut, sehingga bila terjadi pembelian akan menambah persediaan barang dagangan dan bila terjadi penjualan akan mengurangi persediaan barang dagangan.

    B. Masalah Dasar Penilaian Persediaan

Biaya barang yang akan dijual merupakan penjumlahan  dari biaya barang yang ada di tangan pada awal periode dan biaya barang yang dibeli atau diproduksi selama periode berjalan.

 
a. Jenis Barang Fisik dalam Persediaan
          Barang yang jelas bentuk dan wujudnya

·     b. Barang dalam Perjalanan

          Barang dagangan yang dibeli masih berada dalam perjalanan belum diterima pembeli pada akhir periode fiscal.

·    c. Barang Konsinyasi

Barang konsinyasi ialah barang dagang yang dikirim ke pihak lain dan bertindak sebagai agen consignor dalam menjual barang konsinyasi.

·   Perjanjian Penjualan Khusus

Perjanjian penjualan khusus diilustrasikan untuk mengidentifikasi jenis masalah yang dapat ditemukan dalam praktek penjualan.

    C. Biaya-biaya yang Dimasukkan Dalam Persediaan
1.  Biaya Produk
Adalah biaya yang melekat dengan persediaan yang dicatat dalam akun persediaan.

2. Biaya Periode
Ialah biaya yang tidak berhubungan langsung dengan proses produksi barang.

3. Biaya Manufaktur
Biaya overhead manufaktur meliputi beban tidak langsung, tenaga kerja tidak langsung dan pos-pos.

 
Variabel Costing VS Absorption Costing

§  a. Variabel Costing yaitu:
Metode yang hanya membebankan biaya manufaktur variable kepada produk

§  b. Absorption Costing
Metode yang membebankan seluruh biaya manufaktur baik itu variable cost maupun fixed cost ke dalam produk

v  Perlakuan atas diskon pembelian
a. Perusahaan melaporkan pembelian dan hutang usaha pada jumlah kotor
b. pendekatan yang lain adalah mencatat pembelian dan hutang usaha pada jumlah bersih atau
diskon tunai.
c. Perlakuan ini dianggap lebih baik karena menyajikan kesempatan untuk mengukur
inefisiensi manajemen jika diskon tidak diambil.

 
    D. Dasar Pemilihan Metode Persediaan

{  Identifikasi Khusus
Identifikasi khusus digunakan dengan cara mengidentifikasi setiap barang yang dijual dan setiap barang dalam pos persediaan.

{  a. Biaya Rata-rata

Metode biaya rata-rata menghitung harga pos-pos yang terdapat dalam persediaan atas dasar biaya rata-rata barang yang sama yang tersedia selama satu periode.

 
b. First-In, First-Out (FIFO)
Metode FIFO mengamsumsikan bahwa barang-barang digunakan sesuai urutan pembeliannya,. Dengan kata lain, barang pertama kali datang, ialah batang yang lebih dulu digunakan.

c. Last-In, First-Out (LIFO)
Metode LIFO biaya dari barang-barang yang paling akhir dibeli terhadap pendapatan. Jika yan digunakan adalah persediaan periodic, maka akan diasumsikan bahwa dari total kuantitas yang terjual atau dikeluarkan selama satu bulan berasal dari pembelian paling akhir.


perbedaan variable costing dan absorption costing
Untuk Variabel Costing : Biaya tetap, periode berjalan biasa sedangkan Absorption Costing yaitu proses pada periode sebelumnya akan di akumulasikan kembali pada periode berjalan saat ini.

2.   perbedaan LIFO dan FIFO
FIFO (First In First Out) yaitu metode pencatatan persediaan dengan cara barang pertama yang masuk(pertama kali dibeli) adalah yang pertama kali dijual.

LIFO (Last In, First Out) kebalikan dari FIFO yaitu metode pencatatan persediaan dengan cara barang yang terakhir kali dibeli justru yang pertama kali dijual.

3.     

akt keuangan menengah 1a


A. Aktiva Tetap Berwujud (Depresiasi) 
Aktiva tetap berwujud adalah aktiva yang bersifat permanen dan dapat digunakan dengan jangka waktu yang relative cukup lama. misalnya: bangunan, Tanah, mesin-mesin, kendaraan dan lain-lain.
 
tujuan akuntansi dibuat dengan pengelompokkan, yaitu:
a. Aktiva tetap yang umurnya tidak terbatas.

b. Aktiva tetap yang umurnya terbatas dalam penggunaan bisa diganti
   dengan aktiva sejenis.

c. Aktiva tetap yang umurnya terbatas dalam penggunaan tidak bisa
   diganti dengan aktiva sejenis.
B. Metode Depresiasi Aktiva Tetap Berwujud
a)      Metode yang berdasarkan factor waktu:
O Metode Garis Lurus (Straight Line Method):
   
  metode yang besar penyusutannya selalu sama setiap periode  
  berdasarkan umur ekonomisnya
 
RUMUS
metode garis lurus(depresiasi) = harga pokok - nilai residu
                                      umur ekonomis
 
O   Metode Beban Menurun (Decreasing Charge Method):

     

b)      Metode yang berdasarkan factor penggunaan:  

O Metode Jam Jasa (Service Hours Method):

  Metode yang menghitung besarnya beban penyusutan, metode ini membutuhkan estimasi umur aktiva berupa jumlah jam jasa yang dapat diberikan oleh aktiva bersangkutan.

O Metode Jumlah Unit Produksi (Productive Method):

     Metode unit produksi didasarkan pada anggapan bahwa aktiva yang diperoleh diharapkan dapat memberikan jasa dalam bentuk hasil unit produksi tertentu. Metode ini memerlukan suatu estimasi mengenai total unit output yang dapat dihasilkan aktiva

  
c) Metode yang berdasarkan kriteria lainnya:
O Metode berdasarkan jenis dan kelompok (Group and Composite Method)
O Metode Anuitas (Annuity Method)
O Sistem Persediaan (Inventory Systems)
 
3. Penyusutan Aktiva Tetap yang tidak dapat diperbaharui (Deplesi)
Deplesi adalah penyusutan atas harta-harta berupa kekayaan alam, seperti: tambang, batubara, dan lain-lain.

4.Pemberhentian Aktiva Tetap
Aktiva tetap dapat dihentikan dari pemakaiannya karena dijual, rusak, ditukar dengan aktiva lain atau dibuang begitu saja.
 

Senin, 17 November 2014


LAPORAN KEUANGAN
 
A. Pengertian Laporan Laba Rugi
Laporan laba rugi adalah bagian dari laporan keuangan  yang berisi pendapatan dan beban perusahaan sehingga menghasilkan suatu laba (atau rugi) bersih.

Laporan Laba Rugi mempunyai unsur yaitu pendapatan dan beban/biaya
1. Pendapatan : jumlah uang yang diterima oleh perusahaan dari aktivitasnya, kebanyakan dari penjualan produk dan/atau jasa
2. Beban : penurunan ekonomis aktiva dan tidak memberikan manfaat apapun
3. Biaya : untuk memperoleh aktiva dan akan memberikan manfaat yang akan datang

Dalam laporan laba rugi ada sejumlah elemen atau istilah yang melekat secara umum. Elemen ini tercatat dalam laporan laba rugi perusahaan, antara lain
a. Pendapatan (Revenue)
b. Beban (Expense)
c. Laba (Profit)
d. Rugi (Loss)

B. Laporan Perubahan Modal (Capital Statement)
Laporan perubahan modal adalah laporan yang menunjukan  perubahan modal, dari modal awal sampai modal akhir periode. Dalam laporan perubahan modal ditunjukan dengan perhitungan modal pemilik  awal periode ditambah laba bersih seperti yang tercantum dalam laporan laba/rugi, kemudian dikurangi dengan pengambilan pribadi pemilik (Prive), Sehingga diperoleh modal pemilik akhir periode.

C. Pengertian Neraca
Neraca atau laporan posisi keuangan adalah bagian dari laporan keuangan suatu entitas yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang menunjukan posisi keuangan entitas tersebut pada akhir periode tersebut. Neraca terdiri dari tiga unsur, yaitu aset, liabilitas, dan ekuitas yang dihubungkan dengan persamaan akuntansi berikut :
Aset = Liabilitas + Ekuitas
Dari pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa neraca terdiri dari tiga bagian utama, yaitu :
1. Aset
dibagi2:
o Assets Lancar = Mempunyai umur ekonomis  kurang dari 1 Tahun
o Assets Tetap = Mempunyai umur ekonomis lebih dari 1 Tahun
 
2. Liabilitas
Jangka Pendek & Jangka Panjang
 
3. Ekuitas
Aktiva perusahaan yang dikurangi kewajiban

D. Laporan Arus Kas
Laporan Arus Kas adalah bagian dari laporan keuangan yang menunjukan aliran masuk dan keluar uang (kas) perusahaan.
 
Laporan Arus Kas adalah laporan keuangan yang sumbernya dari penggunaan kas. Dalam laporan arus kas terdiri atas tiga bagian, yaitu :
 
1. Kas dari Aktivitas Operasi
Berguna sebagai indikator mempengaruhi kas secara langsung penanggung jawaban arus kas masuk dan keluar
 
2. Kas dari Aktivitas Investasi
Berkaitan dengan penjualan dan pembelian aktiva dan informasi kekayaan
 
3. Kas dari  Aktivitas Pendanaan
berkaitan dengan sejumlah dana yang dimiliki perusahaan
 

Mengenal Persediaan Barang Dagangan

Apa Pengertian dari Persediaan  Sih!!
Persediaan adalah aktiva yang terdiri dari barang-barang milik perusahaan memiliki tujuan untuk dijual pada periode tertentu, atau barang yang masih dalam tahap pengerjaan, ataupun termasuk dalam persediaan bahan baku belum masuk dalam proses produksi.

 
Nih, Jenis-jenisnya  Persediaan
Menurut jenis dan posisi barang, persediaan dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yakni :
 
a. Raw Material
Persediaan yang merupakan komponen dasar atau menjadi barang mentah sebelum diolah
b. Work In Process
Persediaan yang masih harus diproses lagi atau masih bersifat bahan setengah jadi
c. Finished Goods
semua barang hasil produksi yang siap untuk dipasarkan

 
Menurut fungsi, persediaan dapat dibedakan menjadi tiga majam, yakni :
1. Bath Stock
Persediaan yang diadakan untuk membeli persediaan yang lebih besar dari yang ada
2. Fluchtuation Stock
persediaan yang dibeli untuk permintaan konsumen yang tidak bisa diperkirakan.
3. Anticipation Stock
persediaan yang dibeli untuk permintaan konsumen yang bisa diperkirakan.

C. Klasifikasi dan Pengendalian Persediaan
Pengendalian Persediaan adalah sebuah cara  yang dilakukan oleh perusahaan untuk membuat keputusan-keputusan yang diambil sehingga kebutuhan akan bahan untuk keperluan pruduksi dapat terpenuhi secara optimal dengan resiko sekecil mungkin.
Tujuan pengendalian persediaan antara lain :
  1. Agar persediaan bahan perusahaan tetap terjaga, karena jika perusahaan kehabisan stock maka akan mengganggu proses produksi
  2. Menjaga agar persediaan tetap dalam kondisi yang stabil, karena jika jumlah persediaan banyak maka biaya-biaya yang timbul juga akan besar.
  3. Persediaan dilakukan apabila biaya untuk mencari bahan penggantian atau biaya kehabisan bahan baku relatif besar

WESEL DAN PROMES

Perlakuan Akuntansi Untuk Piutang Wesel
 
APA SIH HAL YANG DIPERHATIKAN DALAM PERLAKUAN AKUNTANSI PIUTANG WESEL!!!

1.    Pengakuan Piutang Wesel

Pengakuan piutang wesel mungkin timbul

a.  Bersamaan dengan transaksi penjualan kredit menjadi piutang wesel

b.  Pemberian pinjaman uang menjadi piutang wesel

c.  Karena perubahan dari piutang dagang menjadi piutang wesel.

 

Jadi, perubahan piutang dagang karena debitur ingin memperpanjang jangka waktu pelunasan dan perusahaan memandang bahwa debitur beresiko tinggi

 

2.     Penerimaan dan Penyelesaian Piutang Wesel atau Penilaian Piutang dan Pelunasan Piutang Wesel

Piutang wesel harus dilaporkan menurut nilai kas (neto) yang bisa direalisi. rekening cadangan wesel untuk piutang wesel adalah rekening, cadangan kerugian piutang, Perhitungan dan penaksiran kerugian piutang wesel, dan pencatatan kerugian piutang beserta cadangan kerugian piutang untuk wesel. Jumlah piutang wesel yang tidak akan dapat diterima pelunasannya dapat ditaksir dengan menggunakan metode persentase dari penjualan maupun dengan metode umur piutang.


3.      Pelimpahan/Pengalihan/Pendiskontoan Piutang Wesel
Suatu wesel mungkin akan disimpan perusahaan sambil menunggu hari jatuhnya, dan pada saat tersebut nanti perusahaaan akan menerima pembayaraan dari pihak tertarik sebesar nilai nominal wesel ditambah bunga dan selanjutnya perusahaan akan mengakhiri piutang wesel yang bersangkutan. Akan tetapi kadang-kadang tidak semua piutang wesel diterima pembayarannya, karena pihak tertarik mentaati kewajibannya sehingga perlu diadakan penyesuaian. Selain itu, kadang-kadang pihak pemegang wesel tidak selalu menunggu sampai hari jatuh wesel, melainkan mengalihkannya pada pihak lain.

Pencatatan Wesel
a.       Pada saat penarikan wesel, dicacat dalam rekening Wesel Tagih/Piutang Wesel (sisi debit).
b.      Pada saat dijual/didiskontokan, dicatat di sisi kredit rekening wesel tagih/wesel tagih
       didiskontokan.
c.       Ketika jatuh tempo
d.      Perhitungkan Bunga/Diskonto
Penyajian  Piutang Dalam Neraca
Apabila perusahaan mempunyai berbagai jenis piutang, maka dalam neraca piutang harus diklasifikasikan menurut jenisnya, atau dalam catatan atas laporan keuangan. Wesel jangka pendek (kurang dari setahun) dicantumkan dalam neraca dibawah inbestasi sementara pada bagian aktiva lancer. Selain itu, piutang wesel juga harus dilaporkan dalam jumlah bruto maupun cadangan kerugian
 
Berikut jurnal yang harus dibuat untuk mengakui timbulnya piutang wesel dalam ke 3 situasi atas:
1) piutang wesel dari penjualan kredit
Misalnya : pada 1 maret 2006 PT ONION menjual barang kepada PT LARIS seharga 1.000.000 untuk itu PT ONION  menginginkan agar piutang dikuatkan dengan surat wesel dimana surat wesel 1.020.500 ber jangka 3 bulan, maka jurnalnya adalah:
 
MARET 1    Piutang Wesel   1.020.500
                             Penjualan                        1.020.500
 
2)piutang wesel dari pemberian pinjaman
         misalnya: 2 mei 2006 PT NEWTON memberikan pinjaman kepada PT PROTON
sebesar Rp10.000.000 untuk itu PT PROTON menyerahkan selembar promes 60 hari, bunga
12%.  jurnal yang dibuat sebagai berikut:
 
MEI 1    Piutang Wesel   10.000.000
                              Kas                              10.000.000
 
3)piutang wesel dari perubahan piutang dagang
          misalnya PT Pelangi mempunyai piutang dagang bintang sebesar Rp 1.000.000 yang
jatuh pada tanggal 30 juni 2006 PT Bintang kemudian memberikan  janji tertulis untuk
melunasi piutang dalam jangka waktu 90 hari dan memberikan bunga sebesar 18% jurnal
untuk transaksi tsb :
 
JUNI 1     Piutang Wesel                  1.000.000
                           Piutang Dagang                             1.000.000
 
 
 
PERSAMAAN WESEL DAN PROMES
a. peraturannya sama
b. sama-sama surat berharga dalam pembelian barang
c. harus ada nama, tanggal, jumlah, dan alamatnya
 
PERBEDAANNYA
a. wesel
o penarikan di bayar boleh dengan orang yang berbeda
o ada hitam diatas putih
 
b. promes
o penarikan di bayar dengan orang yang sama
o tidak harus ada hitam diatas putih
 

Senin, 10 November 2014

UNIKNYA BOROBUDUR
 

 
DAERAH MANA YA!!
Borobudur adalah sebuah candi Buddha yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Lokasi candi adalah kurang lebih 100 km di sebelah barat daya Semarang, 86 km di sebelah barat Surakarta, dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta. Candi berbentuk stupa ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra.

MENGENAL LEBIH JAUH LAGI
Borobudur adalah candi atau kuil Buddha terbesar di dunia,sekaligus salah satu monumen Buddha terbesar di dunia. Monumen ini terdiri atas enam teras berbentuk bujur sangkar yang diatasnya terdapat tiga pelataran melingkar, pada dindingnya dihiasi dengan 2.672 panel relief dan aslinya terdapat 504 arca Buddha. Borobudur memiliki koleksi relief Buddha terlengkap dan terbanyak di dunia. Stupa utama terbesar teletak di tengah sekaligus memahkotai bangunan ini, dikelilingi oleh tiga barisan melingkar 72 stupa berlubang yang di dalamnya terdapat arca buddha tengah duduk bersila dalam posisi teratai sempurna dengan mudra (sikap tangan) Dharmachakra mudra (memutar roda dharma).

Monumen ini merupakan model alam semesta dan dibangun sebagai tempat suci untuk memuliakan Buddha sekaligus berfungsi sebagai tempat ziarah untuk menuntun umat manusia beralih dari alam nafsu duniawi menuju pencerahan dan kebijaksanaan sesuai ajaran Buddha. Para peziarah masuk melalui sisi timur memulai ritual di dasar candi dengan berjalan melingkari bangunan suci ini searah jarum jam, sambil terus naik ke undakan berikutnya melalui tiga tingkatan ranah dalam kosmologi Buddha.

TINGKATAN NYA
Ketiga tingkatan itu adalah Kāmadhātu (ranah hawa nafsu), Rupadhatu (ranah berwujud), dan Arupadhatu (ranah tak berwujud). Dalam perjalanannya ini peziarah berjalan melalui serangkaian lorong dan tangga dengan menyaksikan tak kurang dari 1.460 panel relief indah yang terukir pada dinding dan pagar langkan.Menurut bukti-bukti sejarah, Borobudur ditinggalkan pada abad ke-14 seiring melemahnya pengaruh kerajaan Hindu dan Buddha di Jawa serta mulai masuknya pengaruh Islam.

Dunia mulai menyadari keberadaan bangunan ini sejak ditemukan 1814 oleh Sir Thomas Stamford Raffles, yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Jenderal Inggris atas Jawa. Sejak saat itu Borobudur telah mengalami serangkaian upaya penyelamatan dan pemugaran. Proyek pemugaran terbesar digelar pada kurun 1975 hingga 1982 atas upaya Pemerintah Republik Indonesia dan UNESCO, kemudian situs bersejarah ini masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia.

Borobudur kini masih digunakan sebagai tempat ziarah keagamaan; tiap tahun umat Buddha yang datang dari seluruh Indonesia dan mancanegara berkumpul di Borobudur untuk memperingati Trisuci Waisak. Dalam dunia pariwisata, Borobudur adalah obyek wisata tunggal di Indonesia yang paling banyak dikunjungi wisatawan

RELIEF BOROBUDUR
Relief pada Borobudur terpahat di beberapa tingkatan Borobudur.  Relief-relief tersebut menggambarkan adegan yang diambil  dari beberapa sutra, yaitu cerita Karmawibhanga, Jatakamala, Awadana, Gandawyuha dan Bhadracari.

Karmawibhangga adalah relief yang menggambarkan suatu cerita yang mempunyai korelasi sebab akibat (hukum karma). Di zona Kamadhatu, beberapa relief-relief Karmawibhangga menggambarkan hawa nafsu manusia, seperti perampokan, pembunuhan, penyiksaan, dan penistaan. Tidak hanya menggambarkan perbuatan jahat, Relief Karmawibhanga yang dipahat di atas 160 panil juga menggambarkan ajaran sebab akibat perbuatan baik.

Setiap panil bukanlah cerita naratif (berseri) dan berisi kisah-kisah tertentu yang di antaranya menggambarkan perilaku masyarakat Jawa Kuna masa itu, antara lain perilaku keagamaan, mata pencaharian, struktur sosial, tata busana, peralatan hidup, jenis-jenis flora dan fauna, dan sebagainya. Secara keseluruhan itu menggambarkan siklus hidup manusia, yaitu: lahir - hidup - mati (samsara).

Kamadhatu adalah gambaran dunia yang dihuni oleh kebanyakan orang, atau dunia yang masih dikuasai oleh kama atau "nafsu rendah". Karenanya zona ini berada di tingkat paling bawah Borobudur dan kini tertutup oleh pondasi penyokong bangunan sehingga tidak terlihat (kecuali pada sisi Selatan terbuka sedikit). Ada dugaan bahwa tertutupnya zona ini dikarenakan untuk memperkuat struktur atau pondasi bangunan. Akan tetapi, dugaan lain menyebutkan bahwa hal tersebut adalah untuk menutupi konten-konten cabul dari relief tersebut. Untuk melihat relief pada zona ini, Anda dapat mengunjungi Museum Karmawibhangga yang memajang foto-foto di Kamadhatu yang sengaja diambil agar tetap dapat dinikmati pengunjung.

Lalitawistara adalah relief yang menggambarkan riwayat sang Buddha dimulai dari turunnya Sang Buddha dari sorga Tusita hingga kisah ajaran pertama yang beliau lakukan di Taman Rusa yang berada di dekat Kota Banaras. Relief Lalitawistara berjumlah 120 panil namun tidak secara lengkap menggambarkan kisah sang Buddha.

Lalitawistara adalah rangkaian relief cerita yang terpahat apik pada dinding  candi di lorong 1 tingkat 2. Secara garis besar, Lalitawistara menggambarkan kehidupan Buddha Gautama saat lahir hingga keluar dari istana dan mendapat pencerahan di bawah pohon bodhi.

Jataka dan Awadana adalah relief tentang Sang Buddha sebelum dilahirkan sebagai Pangeran Siddharta. Terpahat di tingkat kedua candi (lorong 1), relief ini bercerita tentang kebaikan sang Buddha dan pengorbanan diri yang ia lakukan dalam berbagai bentuk reinkarnasinya, baik sebagai manusia atau binatang.  Perbuatan baik inilah yang membedakannya dengan makhluk lain. Apalagi berbuat baik adalah tahapan persiapan dalam usaha menuju tingkat Buddha yang lebih tinggi.

Awadana adalah juga berisi cerita Jataka namun tokoh ceritanya bukan Buddha melainkan pangeran Sudhanakumara. Cerita pada relief Awadana dihimpun dalam Kitab Diwyawadana (perbuatan mulia kedewaan) dan Kitab Awadanasataka (seratus cerita Awadana).

Gandawyuha adalah deretan relief yang terpahat rapi di dinding Borobudur sejumlah 460 panil yang terpahat di dinding serta pagar langkan. Pahatan relief ini tersebar di tingkatan candi yang berbeda-beda.
STUPANYA
Pembahasan tentang makna bentuk stupa Candi Borobudur tersebut menghasilkan beberapa hal penting. Suatu keunikan Candi Borobudur adalah banyak terdapat stupa. Stupa-stupa dalam bentuk 3 dimensi yang terdapat pada pagar langkan bagian atas, stupa pada teras bundar serta stupa pusat. Selian itu terdapat stupa pada relief, stupika serta stupa pada tablet tanah liat. Pada temuan stupika terdapat gambar stupa gendong seperti yang terdapat pada Candi Sewu, serta pada perwara Candi Lumbung.

Stupa-stupa di atas pagar langkan secara visual terkesan sama, perbedaannya terletak pada ukuran diameter dan tinggi sehingga stupa-stupa tersebut kelihatan tambun atau lebih kecil. Stupa-stupa ini secara otomatis berfungsi sebagai puncak bangunan. Selain itu penulis berasumsi bahwa stupa-stupa tersebut memiliki makna simbolis untuk mensucikan bangunan tersebut sebagai tempat suci umat Budha, serta untuk mensucikan para pengunjung dari segala mala (kotoran) yang melekat (sudamala)

Perbedaan antara stupa-stupa teras 1 dan teras 2 yang berpola belah ketupat, kemudian stupa-stupa teras 3 berpola bujur sangkar menunjukkan adanya perubahan gerakan dari keadaan tidak seimbang menuju keadaan yang seimbang atau ke arah kesempurnaan.    


REFERENSI
http://id.wikipedia.org/wiki/Borobudur

http://www.indonesia.travel/id/destination/233/borobudur/article/202/membaca-ribuan-panil-relief-pada-candi-Borobudur

http://lib.konservasiborobudur.org/index.php?p=show_detail&id=357
Akuntansi Keuangan Menengah 1B


1.      Prinsip – Prinsip Akuntansi Berterima Umum
Prinsip Akuntansi  yang Berterima Umum di Indonesia ( PABU ) merupakan padanan dari frasa “ Generally Accept Accounting Principles ( GAAP ) adalah suatu  teknis akuntansi yang meliputi konvensi aturan dan prosedur dalam membatasi kegiatan akuntansi yang berlaku umum di wilayah tertentu pada saat tertentu. Suatu acuan untuk mengkodekan transaksi.
 
Ada 3 aturan penting nih dalam prinsip – prinsip akuntansi adalah :
1.      Konsep entitas adalah konsep dasar dalam membuat pembukuaan dimana setiap transaksi
         perusahaan dengan perusahaan lain dibuat secara terpisah.
2.      Prinsip objektivitas adalah laporan yang berdasarkan bukti yang nyata dan dapat dipertanggung
         jawabkan harus
3.      Prinsip biaya adalah laporan transaksi harus sesuai dengan biaya yang dikeluarkan atau didapat.
 
Empat pilar prinsip akuntansi yang diterima umum
1.      SAK(standar akuntansi keuangan) Berbasis IFRS(international financial report standar)
2.      SAK ETAP ( Standar Akuntansi Entitas Tanpa Akuntabilitas )adalah akuntansi keuangan yang
         digunakan tanpa akuntabilitas.
3.      Standar Akuntansi Syari’ah bersifat humanis ( berdasrkan sifat yang manusiawi ), teological ( sesuai dengan teori yang ada ), trasendental ( adanya disiplinan ilmu ) dan emansivatoris ( perubahan – perubahan yang signifikan ).
4.      Standar Akuntansi Pemerintah adalah kerangka yang mendasari konseptual pemerintah daerah dan pemerintah pusat.
 
2.      Isu – Isu Dalam Pelaporan Keuangan
Beberapa isu dalam analisis perbandingan laporan keuangan
1.      Laporan Keuangan Yang Disesuaikan Kembali
Melakukan penyesuaian kembali terhadap laporan keuangan dengan laporan keuangan pada periode sebelumnya.
Contoh : perubahan akuntansi dengan mdetode pencatatan FIFO ke LIFO.

2.      Perbedaan Klasifikasi Rekening
Melakukan klasifikasi itm – item atau rekening pada laporan keuangan berbeda satu sama lain.
Contoh : biaya depresiasi dan akumulasi yang terpisah

3.      Perbedaan Prinsip – Prinsip Akuntansi
Melakukan metode – metode sesuai kebijakkan perusahaan jika perusahaan satu dengan perusahaan lainnya berbeda prinsip – prinsip akuntansi.

4.      Perbedaan Penanggalan Laporan Keuangan
Terdapatnya periode akhir bulan desember yang biasa digunakan oleh perusahaan. Tetapi ada juga yang menggunakan bulan lain untuk akhir periode.

5.      Perbandingan Dengan Data Historis Dan Perbandingan Dengan Perusahaan Lain.
Rasio – rasio atau data – data keuangan yang telah dihitung untuk suatu perusahaan bisa dibandingkan dengan dta masa lalu dan juga dengan data keuangan perusahaan lain agar diperoleh interprestasi yang lebih baik.

Perusahaan di Indonesia yang menggunakan IFRS dalam pembuatan pembukuan dalam akuntansi, antara lain :
a.  PT ADITKARYA
b.Garuda Indonesia
c. Freeport