Minggu, 10 April 2016

TUGAS 2 ANALISA LAPORAN KEUANGAN

Rasio Laporan Keuangan
Rasio laporan keuangan adalah perbandingan antara pos-pos tertentu dengan pos lain yang memiliki hubungan signifikan (berarti). Rasio keuangan ini hanya menyederhanakan hubungan antara pos tertentu dengan pos lainnya. Adapun rasio keuangan yang popular adalah :
1. Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas adalah rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan dalam menyelesaikan semua kebutuhan jangka pendek. Adapun yang termasuk dalam rasiolikuiditas adalah :
  1. Rasio Lancar adalah kemampuan untuk membayar kewajiban yang segera harus dipenuhi denganaktiva lancar. Apabila rasio lancar ini 1 : 1 atau 100 %, berarti aktiva lancar dapat menutupi semua hutang lancer.Rumus menghitung Current Ratio:
    Current Ratio = Aktiva Lancar / Hutang Lancar X 100%
  2. Rasio Cepat (Quick ratio), Rasio ini menunjukan kemampuan aktiva lancar yang paling likuid mampu menutupi hutang lancar. Semakin besar rasio ini maka semakin baik, rasio ini disebut juga dengan acid test ratio. Angka rasio ini tidak harus 100 % atau 1 : 1.Rumus menghitung Quick Ratio:
    Quick Ratio = Kas + Efek + Piutang / Hutang Lancar X 100%
  3. Rasio Kas atas Aktiva Lancar, Rasio ini menunjukan porsi jumlah kas dibandingkan dengan total aktiva lancar.Rumus menghitung Cash Ratio:
    Cash Ratio = Kas + Efek / Hutang Lancar X 100%
  4. Rasio Kas atas Hutang Lancar, Rasio ini menunjukan porsi jumlah kas yang dapat menutupi hutang lancar.
  5. Rasio Aktiva Lancar dan Total Aktiva, Rasio ini menunjukan porsi aktiva lancar atas total aktiva.
  6. Aktiva Lancar dan Total Hutang, Rasio ini menunjukan porsi aktiva lancar atas total kewajiban perusahaan.
2. Rasio Solvabilitas
Rasio solvabilitas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka panjang atau kewajiban-kewajibannya apabila perusahaan dilikuidasi. Rasio solvabilitas antara lain :
a Rasio Hutang atas Modal.
Rasio ini menggambarkan sampai sejauh mana modal pemilik dapat menutupi hutang-hutang kepada pihak luar. Semakin kecil rasio ini semakin baik.

b. Debt Service Ratio.
Rasio ini menggambarkan sejauh mana laba setelah dikurangi bunga dan penyusutan serta biaya nonkas dapat menutupi kewajiban bunga dan pinjaman. Semakin besar rasio ini semakin besar perusahaan dapat menutupi semua hutang-hutangnya.

c. Rasio Hutang atas Aktiva.
Rasio ini menunjukan sejauh mana hutang dapat ditutupi oleh aktiva, lebih besar rasionya maka lebih aman, supaya aman porsi hutang terhadap aktiva harus lebih kecil.

3. Rasio Profitabilitas.
Rasio ini menggambarkan kemampuan perusahaan untuk mendapatkan laba melalui semua kemampuan dan sumber yang ada, seperti kegiatan penjualan, kas, modal, jumlah karyawan dan sebagainya. Rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan menghasilkan laba disebut juga operating ratio. Rasio profitabilitas antaralain :
  1. Profit Margin. Angka ini menunjukan berapa besar presentase pendapatan bersih yang diperoleh dari setiap penjualan. Semakin besar rasio ini semakin baik karena dianggap kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba cukup tinggi.
  2. Return On Total Assets. Rasio ini menunjukan berapa besar laba bersih diperoleh perusahaan bila diukur dari nilai aktiva.
  3. Return On Investment. Rasio ini menunjukan berapa persen diperoleh laba bersih bila diukur dari modalpemilik. Semakin besar maka akan semakin baik.
  4. Operating Ratio. Menunjukan biaya operasi per rupiah penjualan, semakin besar rasio ini berarti semakin buruk.
4. Rasio Aktivitas.
Rasio ini menggambarkan aktivitas yang dilakukan perusahaan dalam menjalankan operasinya baik dalam kegiatan penjualan, pembelian dan kegiatan lainnya. Rasio ini menunjukan bagaimana sumber daya telah dimanfaatkan secara optimal, kemudian dengan cara membandingkan rasio aktivitas dengan standar industri, maka dapat diketahui tingkat efisiensi perusahaan dalam industri.

sumber:
https://sucirakhmawati.wordpress.com/2014/12/25/analisis-laporan-keuangan/
http://www.kembar.pro/2015/04/analisis-laporan-dan-rasio-keuangan.html
TULISAN 2 ANALISA RASIO KEUANGAN
 Analisi Rasio Keuangan merupakan bagian dari analisis keuangan. Analisis rasio keuangan adalah analisis yang dilakukan dengan menghubungkan berbagai perkiraan yang terdapat pada laporan keuangan dalam bentuk rasio keuangan. Menurut Wild, Subramanyam, dan Halsey (2005 : 36) “analisis rasio (ratio analysis) dapat mengungkapkan hubungan penting dan menjadi dasar perbandingan dalam menemukan kondisi dan tren yang sulit untuk dideteksi dengan mempelajari masing-masing komponen yang membentuk rasio”.Analisis rasio keuangan adalah analisis yang menghubungkan perkiraan neraca dan laporan laba rugi terhadap satu dengan lainnya, yang memberikan gambaran tentang sejarah perusahaan serta penilaian terhadap keadaan suatu perusahaan tertentu.


Kegunaan Analisis Rasio Keuangan

Rasio keuangan dapat digunakan untuk mengevaluasi kondisi keuangan perusahaan dan kinerjanya. Dengan membandingkan rasio keuangan perusahaan dari tahun ke tahun dapat dipelajari komposisi perubahan dan dapat ditentukan apakah terdapat kenaikan atau penurunan kondisi dan kinerja perusahaan selama waktu tersebut. Selain itu, dengan membandingkan rasio keuangan terhadap perusahaan lainnya yang sejenis atau terhadap rata-rata industri dapat membantu mengidentifikasi adanya penyimpangan.Analisis rasio keuangan pada umumnya digunakan oleh tiga kelompok utama pemakai laporan keuangan yaitu manajer perusahaan,analis kredit, dan analis saham. Kegunaan rasio keuangan bagi ketiga kelompok utama tersebut menurut Brigham dan Houston (2006 : 119) adalah sebagai berikut:

v  Manajer, yang menerapkan rasio untuk membantu menganalisis, mengendalikan, dan kemudian meningkatkan operasi perusahaan,

v  Analis kredit, termasuk petugas pinjaman bank dan analis peringkat obligasi, yang menganalisis rasio-rasio untuk membantu memutuskan kemampuan perusahaan untuk membayar utang-utangnya, dan

v  Analis saham, yang tertarik pada efisiensi, risiko, dan prospek pertumbuhan perusahaan. 

 Keunggulan dan Keterbatasan Analisis Rasio Keuangan

Analisis rasio keuangan merupakan analisis yang paling sering dilakukan untuk menilai kondisi keuangan dan kinerja perusahaan dibandingkan alat analisis keuangan lainnya. Analisis rasio keuangan memiliki beberapa keunggulan sebagai alat analisis sebagaimana yang dikemukakan oleh Harahap (2006 : 298).

o   Rasio merupakan angka-angka atau ikhtisar statistik yang lebih mudah dibaca dan ditafsirkan.
o   Rasio merupakan pengganti yang sederhana dari informasi yang disajikan laporan keuangan yang sangat rinci dan rumit.
o   Rasio mengetahui posisi perusahaan di tengah industri lain.
o   Rasio sangat bermanfaat untuk bahan dalam mengisi model-model pengambilan keputusan dan model prediksi (z-score).
o   Rasio menstandarisir sizeperusahaan.
o   Dengan rasio lebih mudah memperbandingkan perusahaan dengan perusahaan lain atau melihat perkembangan perusahaan secara periodik atau time series.
o   Dengan rasio lebih mudah melihat tren perusahaan serta melakukan prediksi di masa yang akan datang.

Kamis, 10 Maret 2016

Prosedur Analisis Laporan keuangan bank
Berbagai langkah harus ditempuh dalam melakukan suatu analisis terhadap laporan keuangan bank. Adapun langkah yang harus ditempuh menurut Prastowo dan Juliati (2008 : 58) adalah sebagai berikut :

1. Memahami latar belakang data keuangan perusahan
Pemahaman latar belakang data keuangan perusahaan mencakup pemahaman tentang bidang usaha perusahaan dan kebijakan akuntansi yang dianut dan diterapkan oleh perusahaan.

2. Memahami kondisi-kondisi yang berpengaruh pada perusahaan
Kondisi-kondisi yang perlu dipahami mencakup informasi mengenai trend (kecenderungan) industri di mana perusahaan beroperasi; perubahan teknologi; perubahan selera konsumen; perubahan faktor-faktor ekonomi seperti perubahan pendapatan per kapita; tingkat bunga; tingkat inflasi dan pajak; dan perubahan yang terjadi di dalam perusahaan itu sendiri, seperti perubahan manajemen kunci.

3. Mempelajari dan mereview laporan keuangan bank
Tujuan langkah ini adalah untuk memastikan bahwa laporan keuangan bank telah cukup jelas menggambarkan data keuangan yang relevan dan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku.

4. Menganalisis laporan keuangan bank
Setelah memahami profil perusahaan dan mereview laporan keuangan bank, maka dengan menggunakan berbagai metoda dan teknik analisis yang ada dapat menganalisis laporan keuangan bank dan menginterpretasikan hasil analisis tersebut

Teknik Analisis Laporan Keuangan

Untuk memperoleh pengetahuan yang mendalam mengenai informasi dalam laporan keuangan, maka dalam suatu analisis laporan keuangan harus menggunakan suatu metode dan teknik agar dicapai tujuan yang diharapkan. Secara umum, menurut Prastowo dan Juliati (2008 : 59), metode analisis dalam laporan keuangan dapat diklasifikasikan menjadi dua, yakni :

“1. Metode analisis horizontal (dinamis), adalah metode analisis yang dilakukan dilakukan dengan membandingkan laporan keuangan untuk beberapa tahun (periode), sehingga dapat diketahui perkembangan dan kecenderungannya. Disebut metode analisis horizontal karena karena analisis ini membandingkan pos yang sama untuk periode yang berbeda. Disebut metode analisis yang dinamis karena metode ini bergerak dari tahun ke tahun (periode)..

2. Metode analisis vertikal (statis), adalah metode analisis yang dilakukan dengan cara menganalisis laporan keuangan pada tahun (periode) tertentu, yaitu dengan membandingkan antara pos yang satu dan pos lainnya pada laporan keuangan yang sama untuk tahun (periode) yang sama. Oleh karena membandingkan antara pos yang satu dengan pos lainnya pada laporan keuangan yang sama, maka disebut metode vertikal. Disebut metode statis karena metode ini hanya membandingkan pos-pos laporan keuangan pada tahun (periode) yang sama. Teknik-teknik analisis yang termasuk pada klasifikasi metode ini antara lain teknik analisis persentase per komponen, (common-size), analisis ratio, dan analisis impas.”

referensi:
http://yana-anggraini.blogspot.co.id/2012/10/analisis-laporan-keuangan-bank.html
Pengertian Laporan Keuangan

Menurut SAK, Laporan Keuangan adalah merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan posisi keuangan ( yang dapat disajikan dalam berbagai cara misalnya sebagai laporan arus kas, atau laporan arus dana ), catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan.

Menurut Myer, Laporan Keuangan adalah dua daftar yang disusun oleh akuntan pada akhir periode untuk suatu perusahaan. Ke dua daftar tersebut adalah neraca atau daftar posisi keuangan dan daftar pendapatan atau daftar rugi-laba. 

Secara umum Laporan keuangan adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut. Laporan keuangan adalah bagian dari proses pelaporan keuangan.

Pada umumnya laporan keuangan terdiri dari Neraca, Perhitungan Rugi / Laba dan Laporan Perubahan Modal. Neraca menggambarkan jumlah aktiva, hutang dan modal dari suatu perusahaan pada periode tertentu, sedangkan laporan Rugi / Laba memperlihatkan hasil-hasil yang telah dicapai oleh perusahaan serta biaya yang terjadi pada perusahaan selama periode tertentu dan Laporan Perubahan Modal menunjukkan sumber dan penggunaan atau alasan-alasan yang menyebabkan perubahan modal perusahaan. Tetapi dalam prakteknya sering diikutkan kelompok laporan lain yang sifatnya membantu untuk memperoleh penjelasan lebih lanjut, misalnya laporan perubahan modal kerja, laporan sumber dan penggunaan kas, dan lainnya.

 

Pengertian Analisa laporan keuangan

Analisa laporan keuangan merupakan proses yang penuh pertimbangan dalam rangka membantu mengevalusi posisi keuangan dan hasil operasi perusahaan pada masa sekarang dan masa lalu, dengan tujuan untuk menentukan estimasi dan prediksi yang paling mungkin mengenai kondisi dan kinerja perusahaan pada masa mendatang. Analisa laporan keuangan yang sering dipergunakan dan sederhana adalah analisis rasio keuangan,

Jenis-jenis analisa rasio keuangan yaitu

1. Rasio Likuiditas

2. Rasio Solvabilitas

3. Rasio Profitabilitas

Tujuan dan manfaat analisis laporan keuangan adalah:
1. Untuk mengetahui posisi keuangan perusahaan dalam satu periode tertentu;
2. Untuk mengetahui kelemahan-kelemahan perusahaan;
3. Untuk mengetahui kekuatan-kekuatan yang dimiliki;
4. Untuk mengetahui langkah-langkah perbaikan apa saja yang perlu dilakukan untuk penilaian kinerja manajemen.

Langkah yang dilakukan dalam analisis keuangan adalah:
1. Mengumpulkan laporan keuangan dan data yang diperlukan selengkap mungkin;
2. Melakukan pengukuran-pengukuran atau perhitungan-perhitungan dengan rumus-rumus tertentu.
3. Melakukan interpretasi terhadap hasil perhitungan dan pengukuran;
4. Membuat laporan tentan posisi keuangan perusahaan;
5. Memberikan rekomendasi yang dibutuhkan sehubungan dengan hasil analisis tersebut

 

CONTOH KASUS
Laporan Laba-Rugi PT BCA Tbk diatas menyajikan informasi hasil usaha perusahaan yang isinya terdiri dari pendapatan usaha dan beban usaha PT BCA Tbk untuk periode 2011 – 2012.  Dimana laba laba bersih / penghasilan BCA tahun 2011 adalah sebesar 10.817.798 dan pada tahun 2012 meningkat sebesar 900.662  , yaitu menjadi 11.718.460. itu menandakan adanya peningkatan penghasilan yang didapat oleh PT BCA tersebut yang menjadikan citra perusahaan tersebut menjadi lebih baik lagi.
 
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk
Laporan Saldo Laba
Untuk tahun yang berakhir 31 Desember

2012
2011
Saldo laba awal tahun
45.534.178
36.581.874
Laba bersih setelah PPh
11.718.460
10.817.798
Dana cadangan
(48.474)
(44.393)
Deviden
(857.070)
(695.412)
Saldo laba akhir tahun
56.347.094
46.659.867
 Penjelasan :
  1. Saldo awal tahun adalah 2012, sedangkan saldo akhir tahun adalah 2011. Saldo tersebut didapat dari penjumlahan antara saldo laba yang telah ditentukan penggunaannya dengan saldo laba yang  belum ditentukan penggunaannya.
  2. Laba bersih setelah pajak penghasilan sesuai dengan laporan laba rugi diatas adalah : Rp 11.718.460
  3. Dana cadangan. UU mengharuskan Perseroan Terbatas menyisihkan jumlah tertentu dari laba bersih untuk cadangan. BCA menyetujui dana cadangan sebesar       dari laba bersih tahun 2011
  4. Deviden adalah bagian dari laba yang dibagikan pada pemegang saham dikarenakan PT.BCA Tbk mengalami keuntungan.
  5. Saldo laba akhir tahun didapat dari penjumlahan saldo laba awal tahun dan laba bersih setelah PPh dikurangi dengan dana cadangan dan deviden.
Untuk mempermudahkan perbandingan dan analisis, maka laporan keuangan diatas akan diringkas dan diolah menjadi basis data sebagai berikut :
BASIS DATA DARI LAPORAN LABA RUGI
 

20122011
Penjualan bersih
27.613.95624.048.708
Laba usaha
14.255.56813.296.775
Biaya bunga
7.647.1677.730.157
Rugi/ (untung) kurs
21.1341.296
Biaya/ (hasil) lain lain
2.729184
Laba sebelum PPh
14.686.04613.618.758
Laba bersih setelah PPh
11.718.46010.817.798
 
Penjelasan :
  1. Laba usaha adalah penjualan dikurangi dengan biaya biaya yang normal seperti harga pokok, biaya pemasaran, administrasi dan umum. Untuk tahun 2012: 27.613.956 – 13.358.388 =  14.255.568  untuk tahun 2011 : 24.048.708 – 10.751.933 = 13.296.775
  2. Biaya bunga didapat dari hasil biaya yang tidak terkait langsung dengan usaha pokok. Yang dilihat disini adalah biaya bunga dari kurs, dimana bunga kurs ini harus sepadan dengan jumlah utangnya, jika terlalu kecil kemungkinan ada subsidinya
  3.  Rugi/ (untung) kurs itu sama saja dengan selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan dalam valas 





                  

REFERENSI



Kamis, 17 Desember 2015

AKUNTANSI DAN KONSEP SISTEM #

Anggota Kelompok :
· Eka Diana Risti (42213800)
· Evi Mulati Ningsih (43213005)
· Fadhilah Wijayandini (43213005)
· Hariyanto (43213937)
· Risky Pandu (47213816)

Model pemprosesan informasi
Sistem informasi akuntansi menganalisis bagaimana kejadian yg mempengaruhi suatu organisasi untuk dicatat, diringkas, dan dilaporkan. Kejadian tersebut dicatat dengan menggunakan sumber daya manusia dan komputer yang ada pada sistem organisasi itu, diringkas dengan menggunakan metode dan sasaran akuntansi, dan dilaporkan sebagai informasi kepada orang yang tertarik baik yang ada didalam dan diluar organisasi.

- Organisasi
Sistem informasi akuntansi ada dalam berbagai bentuk organisasi, mungkin dalam perusahaan perseorangan, kemitraan, perseroan terbatas, yayasan nirbala, atau rumah tangga. Meskipun kompleksitas masing-masing sistem informasi akuntansi berbeda-beda, masing-masing adalah sama dalam tiga hal penting : masing-masing berisi struktur yang sama(mengenai sumber daya manusia dan komputer). Proses yang sama (penggunaan metode akuntansi), dan maksud yang sama (untuk memberikan informasi).

- Kejadian yang mempengaruhi organisasi
Kejadian yang mempengaruhi organisasi apapun merupakan akibat dari interaksi dengan lingkungannya, yang mencakup entitas ekonomi,sosial,politik, dan peraturan. Sistem informasi akuntansi mencatat, meringkasi, dan melaporkan, dan melaporkan kejadian yang muncul dari entitas tersebut. Kejadian yang akan diproses bergantung pada ruang lingkup sistem informasi akuntansi organisasi dan sifat dasar dari kejadian tersebut.

- Sumber daya manusia dan komputer
Sistem sumber daya manusia dan komputer mencatat,memproses dan melaporkan kejadian dari lingkungan organisasi. Apabila sistem tersebut hanya mencakup sumber daya manusia, maka disebut sistem manual. Jika sistem itu hanya menggunakan sumber daya komputer, maka dinamakan sistem komputer. Apabila sistem itu menggunakan sumber daya manusia dan komputer, maka dinamakan sistem berbasis komputer.

- Metode dan sasaran akuntansi
Semua sistem informasi akuntansi mencatat, memproses, dan melaporkan kejadian dengan menggunakan metode akuntansi untuk mencapai sasaran akuntansi. Sasaran tersebut menentukan ruang lingkup sistem, yang selanjutnya menetukan sistem dasar kejadian dan metode akuntansi . namun, semua sistem mencatat kejadian dalam satuan uang dan menggunakan proses akuntansi konseptual yang sama.

- Ruang lingkup sistem dan sifat dasar kejadian
Untuk perseroan terbatas yang sudah go public, ruang lingkup sistem informasi akuntansi harus mengikuti prinsip yang diterima secara umum (Generally Accepted Accounting Principles-GAAP). GAAP adalah penting untuk membuat laporan keuangan yang ditujukan kepada pihak eksternal diluar organisasi.

- Proses akuntansi
Proses akuntansi dimulai ketika kejadian ekonomi diterima oleh sistem informasi akuntansi, yang mencatat kejadian ekonomi itu sebagai transaksi akuntansi.

Sumber :
Mac Leod, Sistem Informasi Akuntansi

Rabu, 16 Desember 2015

PERTANDINGAN SILAT FIGHT

Pertandingan yang dilakukan oleh dua orang dengan teknik yang di pelajari diperguruan masing-masing. Memiliki keunikan yang berbeda sesuatu dengan perguruannya. Ada teknik bantingan, tendangan dan pukulan.

Ada yang mengandalkan tendangan dan pukulan sebagai senjata utama. Ada juga yang mengandalkan sapuan dan jarak tendang lawan.

Latihan yang biasanya dilakukan adalah kecepatan dan kekuatan maka akan terdapat power dari sebuah serangan. Semua butuh waktu untuk kesuksesan dalam sebelum mencapai kemenangan yang sesungguhnya.

Kemudian diendingnya kita bertawakal dan berserah diri atas segala hal yang terjadi di pertandingan. Berdoa dan berikhtiar menjadi senjata tersendiri mencapai ketenangan jiwa.

Rabu, 18 November 2015

KEBAIKAN PRIBADI INSAN

Apa sih itu kebaikan??
Kebaikan adalah amalan yang dibuat oleh insan di dunia ini untuk mendapatkan kedamaian jiwa. Berbuat kebaikan tanpa mengharapkan sesuatu yang diinginkan akan membuahkan hasil yang indah.

Tetapi dalam hal ini saya sendiri bukan lah orang yang baik karena saya masih membutuhkan banyak bimbingan dari berbagai pihak.

Bagaimana menjadi pribadi yang baik!!
Saya akan menunjukan beberapa strategi
Mendapatkan kebaikan.
1. Hilangkan keangkuhan
Banyak orang merasa dirinya hebat dan lebih baik . semua itu mengikis secara perlahan hati nurani kita dan lupa akan kewajiban kita untuk saling menolong

2. Menghilang keinginan memperoleh sesuatu
Mengharapkan sesuatu membuat jiwa menjadi tidak ikhlas. Penyakit hati yang sulit disembuhkan.